<p>jasa konsultan keuangan surabaya,konsultan software akuntansi surabaya,JASA KONSULTAN PAJAK SURABAYA,konsultan bisnis surabaya, konsultan sistem surabaya,jasa konsultan zahir accounting,accurate accounting,bee accounting,POS kasir,Konsultan J

KONSULTAN PAJAK SURABAYA     

Kali ini kami dari Kantor Jasa Konsultan Pajak Surabaya akan berbagi ilmu  tentang perpajakan kepada teman-teman, barangkali saja teman-teman kebetulan saja sedang mencari topik yang pas tentang Perbedaan Fasilitas Ppn Terutang dibebaskan dengan Fasiltas Ppn terutang yang tidak dipungut . oke tanpa banyak bicara dan berbasa-basi mari kita langsung saja .

 

Mungkin banyak dari kita bertanya apa sih bedanya Ppn terutang yang dibebaskan dengan ppn terutang yang tiak dipungut karena secara istilah hampir sama atau bedanya hampir nyerempet-nyerempet sedikit ?

 

Begini Bedannya :

Ppn terutang yang dibebaskan adalah ppn terutang atas penyerahan barang/jasa kena pajak yang ppn nya dibebaskan(Digratiskan) .

Logikanya : Saat pengusaha membeli barang  kena pajak maka pajak masukan (PM) tidak bisa  dikreditkan dan saat menjual kepada customer maka Pajak keluaran (PK) tidak boleh memungut kepada customer, Jadi karena pajak masukan tidak bisa dikreditkan maka biasanya pengusaha memasukan pajak masukan sebagai biaya atau Harga Pokok Penjualan agar tidak rugi

 

Ppn terutang yang tidak dipungut adalah ppn terutang atas penyerahan barang/jasa kena pajak yang ppn nya tidak perlu dipungut oleh penjual

Logikanya : Saat pengusaha membeli barang kena pajak maka pajak masukan (PM) masih bisa dikreditkan dan saat menjual kepada customer maka pajak keluaran (PK) tidak boleh memungut  kepada customer, jadi karena pajak masukan bisa dikreditkan maka bagi pengusaha fasilitas ini sangat menguntungkan

 

Oke agar lebih jelas lagi kami berikan contoh kasus ya!

Ppn terutang yang dibebaskan :

Bpk ali sebagai penjual buku tulis , membeli buku tulis dengan harga 2.000.000 (DPP) dan 200.000 (PPN) lalu dijual ke customer 3.000.000 (DPP) dan 0 (Ppn dibebaskan)

“Untung bpk Ali : 2.200.000 – 3.000.000 =  800.000” (Karna 200.000 tidak bisa dikreditkan maka dianggap modal pokok)

Ppn Terutang tidak dipungut :

Bpk ali sebagai penjual buku tulis , membeli buku tulis dengan harga 2.000.000 (DPP) dan 200.000 (PPN) lalu dijual ke customer 3.000.000 (DPP) dan 0 (Tidak dipungut)

“Untung bpk Ali : 2.000.000 – 3.000.000 =  1.000.000”

Ppn terutang normal :

Bpk ali sebagai penjual buku tulis , membeli buku tulis dengan harga 2.000.000 (DPP) dan 200.000 (PPN) lalu dijual ke customer 3.000.000 (DPP) dan 300.000 (PPN)

“Untung bpk Ali : 2.000.000 – 3.000.000 =  1.000.000”

Nah kurang lebih seperti itu temen-temen ya, singkat cerita kalau ada yan”g nanya lebih menguntungkan mana ppn dibebaskan dengan tidak dipungut yang pasti TIDAK DIPUNGUT LEBIH MENGUNTUNGKAN “ dapatkan artikel dan jasa kami yang menarik di www.isbconsultant.com dan www.trusttaxconsultant.com dan hubungi 087-852-517-690 kalau ingin berkonsultasi lebih lanjut