Cara Menghitung PPh 21 untuk Karyawan yang Pindah Cabang

Pemindahtugasan karyawan ke kantor cabang merupakan hal yang tidak jarang terjadi di dunia korporat. Namun, perpindahan ini tidak hanya melibatkan aspek operasional dan administratif, melainkan juga implikasi pajak yang perlu diperhitungkan dengan seksama.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang “Cara Menghitung PPh 21 untuk Karyawan Pindah Cabang,” membantu wajib pajak, terutama mereka yang bertanggung jawab sebagai pemotong PPh 21, seperti bagian keuangan, SDM perusahaan, atau bahkan pengusaha yang mengurus pajaknya sendiri.

Faktor Perhitungan Pajak Karyawan Pindah Cabang

Penting memahami faktor-faktor perhitungan pajak saat karyawan pindah cabang. Ini memengaruhi besaran pajak yang harus dipotong atau disetorkan oleh perusahaan.

  • Besaran Gaji
    Ketika seorang karyawan pindah cabang, perubahan dalam besaran gaji bisa terjadi. Perubahan ini akan berdampak langsung pada besaran pajak penghasilan yang harus dibayarkan. Penting bagi perusahaan untuk menghitung total gaji karyawan dalam satu tahun sebelum menentukan pemotongan pajak.

  • Masa Kerja Karyawan
    Masa kerja karyawan dalam tahun pajak menjadi faktor penting dalam perhitungan PPh 21. Khususnya bagi karyawan yang pindah dalam tahun pajak berjalan, perhitungan pajak akan didasarkan pada masa kerja tersebut. Kantor cabang yang baru perlu memiliki bukti pemotongan PPh 21 tahun berjalan saat karyawan pindah untuk menghitung kewajiban pajak mereka secara akurat.

Baca juga: Sistem Penggajian Karyawan Berdasarkan Peraturan yang Berlaku di Indonesia

Contoh Perhitungan PPh 21 Karyawan Pindah Cabang:

Contoh Kasus: Mari kita ambil contoh kasus seorang karyawan, Rodiah, yang sebelumnya bekerja di kantor cabang Makassar dengan gaji Rp 4,5 juta per bulan. Pada Agustus 2019, Rodiah dipindah ke kantor cabang Jakarta dengan gaji baru Rp 5,3 juta per bulan.

Penghitungan PPh 21: Sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016, Pasal 14 Ayat (2), perhitungan PPh 21 dilakukan atas perkiraan penghasilan yang akan diperoleh selama satu tahun.

Dalam kasus Rodiah, perkiraan gaji sepanjang tahun 2019 dapat dihitung dengan menjumlah gaji Rodiah selama 7 bulan di Makassar dengan gaji Rodiah selama 5 bulan di Jakarta:

( Rp 4,5 juta × 7 ) + ( Rp 5,3 juta × 5 ) = Rp 58 juta

Artinya, gaji Rodiah selama tahun 2019 dapat diperkirakan mencapai Rp 58 juta.

Perhitungan PPh 21 Karyawan Pindah Cabang

  • Pendapatan Kena Pajak (PKP) Rodiah: Setelah menghitung total penghasilan, langkah selanjutnya adalah mengurangkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP). Berdasarkan PMK No. 101/PMK.010/2016, PTKP Indonesia untuk wajib pajak yang lajang adalah Rp54 juta.

    Rp 58 juta − Rp 54 juta = Rp 4 juta

  • Tarif PPh 21: Dengan menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008, tarif PPh 21 untuk Rodiah, yang seorang karyawan, sebesar 5%.

  • Pajak Penghasilan Terutang: PPh 21 yang terutang dapat dihitung dengan mengalikan PKP dengan tarif PPh 21.

    Sehingga, Rp 4 juta × 5% = Rp 200.000 per tahun atau Rp 16.667 per bulan.
Baca juga:  Pajak Pertambangan: Tahapan, Regulasi, dan Kewajiban

  • PPh 21 Terutang 5 Bulan (Agustus-Desember): Sesuai dengan perhitungan, Rodiah pindah ke kantor cabang Jakarta pada Agustus 2019. Maka, PPh 21 terutang selama periode tersebut adalah Rp200.000.

  • PPh 21 yang Telah Dipotong di Makassar: Jika terdapat pemotongan PPh 21 di kantor cabang Makassar, perlu diingat bahwa nilai pemotongan di Makassar setara dengan nilai PTKP, yang dapat menghasilkan potongan nol.

  • PPh 21 Terutang yang Belum Dipotong: Dengan demikian, PPh 21 yang harus dipotong dan disetorkan oleh Kantor Cabang Jakarta adalah sebesar Rp 200 ribu atau Rp 40 ribu per bulan.

Dapatkan keuntungan maksimal dalam mengelola PPh 21 untuk karyawan yang pindah cabang dengan bantuan ahli pajak terpercaya. Kunjungi https://isbconsultant.com/konsultan-pajak-semarang/ sekarang juga! Jaminan layanan profesional dan solusi terbaik untuk kepatuhan perpajakan. Jangan biarkan kompleksitas peraturan pajak menghambat kelancaran bisnis Anda. Dengan konsultan pajak kami, Anda akan mendapatkan panduan terperinci, strategi optimal, dan kepastian hukum.

Pertimbangan Tambahan dalam Perhitungan PPh 21

Selain gaji pokok, terdapat komponen lain yang perlu diperhitungkan, seperti bonus, THR, dan iuran BPJS. Komprehensifnya perhitungan PPh 21 membutuhkan pemahaman menyeluruh terkait berbagai komponen penghasilan yang mungkin dimiliki oleh seorang karyawan.

Metode Pembayaran PPh 21

Pajak penghasilan dapat dibayar sendiri oleh karyawan dengan potongan dari gaji pokoknya, atau ditanggung oleh perusahaan tanpa potongan dari gaji pokok karyawan. Hal ini tergantung pada metode penghitungan PPh 21 yang digunakan di kantor karyawan.

Perhitungan PPh 21 di Kantor Cabang Baru

Untuk memastikan kepatuhan terhadap kewajiban pajak, Kantor Cabang Jakarta perlu mengikuti perhitungan PPh 21 dengan mengacu pada gaji baru Rodiah dan memperhitungkan seluruh komponen pendapatan. Dengan memahami perhitungan ini, kantor cabang dapat menyusun laporan pajak yang akurat.

Baca juga: Menghindari Kesalahan Umum dalam Pelaporan Pajak Perusahaan

Kesimpulan

Perhitungan PPh 21 untuk karyawan yang pindah cabang melibatkan berbagai aspek, seperti besaran gaji, masa kerja, dan berbagai komponen pendapatan. Melalui contoh kasus Rodiah, kita dapat melihat bagaimana perhitungan ini dilakukan secara detail, dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan. Keseluruhan, pemahaman yang baik tentang peraturan perpajakan dan perhitungan yang akurat sangat penting untuk memastikan kepatuhan dan menghindari potensi masalah pajak di masa depan.

Artikel ini diharapkan dapat memberikan panduan yang komprehensif bagi para pemangku kepentingan dalam menghitung PPh 21 untuk karyawan yang mengalami pemindahan cabang. Dengan memahami proses perhitungan ini, perusahaan dapat memastikan ketaatan pajak dan mengurangi risiko ketidakpatuhan pajak di masa mendatang.