Cara Menghitung Kelebihan Pembayaran Pajak

cara menghitung kelebihan pembayaran pajak

Kelebihan Pembayaran Pajak adalah kelebihan yang tercantum pada Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 dan Pasal 17B Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1994.

Atau lebih bayar pajak yang timbul dari surat keputusan pembetulan, surat keputusan keberatan, keputusan banding atau karena lebih bayar utang pajak yang tercantum dalam Surat Tagihan Pajak, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar.

Dengan menghubungi jasa konsultan pajak dari ISB Consultant maka kelebihan pembayaran pajak dapat dikembalikan dengan memperhitungkan terlebih dahulu dengan utang pajak yang ada di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) domisili dan/atau KPP lokasi. 

Terkait dengan kelebihan pembayaran pajak yang diajukan oleh Wajib Pajak, Direktur Jenderal Pajak membuat keputusan tentang penerbitan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB). SKPLB membuat berbagai ketentuan yang berkaitan dengan lebih bayar pajak, antara lain:

Perhitungan Kelebihan Pembayaran Pajak

Sebelum menerbitkan SKPLB, penghitungan kelebihan pembayaran pajak harus melalui tata cara penghitungan sebagaimana tercantum sebelumnya, antara lain:

  1. Surat Tagihan Pajak (STP);
  2. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB), SKPKP Tambahan, dan Surat Keputusan Keberatan yang menyebabkan jumlah pajak yang perlu dibayar bertambah;
  3. Tambahan SKPKB atau SKPKB yang telah disetujui dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan, dan Surat Keputusan Keberatan yang tidak diajukan banding, yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah;
  4. SKPKB atau SKPKBT untuk jumlah yang tidak disetujui dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan:
    • Tidak ada keberatan yang diajukan;
    • Keberatan diajukan tetapi Surat Keputusan Keberatan menerima, menolak, atau menambah sebagian jumlah pajak yang terutang dan tidak ada banding yang diajukan terhadap Surat Keputusan Keberatan;
    • Alternatifnya, diajukan keberatan dan banding diajukan terhadap Surat Keputusan Keberatan tetapi Putusan Banding menerima sebagian, menambah jumlah pajak yang terutang, atau menolak;
  5. Surat Pemberitahuan Pajak Terutang, Surat Ketetapan Pajak PBB, atau sebuah Surat Tagihan Pajak PBB;
  6. Surat Keputusan Keberatan terhadap PBB yang menyebabkan jumlah pajak yang masih harus dibayar bertambah tetapi tidak diajukan banding;
  7. Putusan Banding atau Putusan Peninjauan Kembali yang menyebabkan jumlah sebuah pajak yang masih harus dibayar bertambah; dan/atau;
  8. Surat Keputusan Pembetulan yang menyebabkan jumlah suatu pajak yang masih harus dibayar bertambah.

Anda bisa menghubungi kami jika Anda membutuhkan layanan penghitungan pajak yang kelebihan, khususnya jika domisili atau perusahaan Anda di kawasan Yogyakarta. Silakan berkunjung ke halaman https://isbconsultant.com/konsultan-pajak-yogyakarta/ untuk informasi secara lengkap terkait layanan yang kami sediakan.

Baca juga:  Hati-hati! Inilah Sanksi Telat Bayar Pajak dan Cara Menghindarinya
perhitungan kelebihan pembayaran pajak
chicagobusiness.com

Ketentuan SKPLB

  1. SKPLB diterbitkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tata cara penerbitan surat ketetapan pajak dan faktur pajak.
  2. Dalam hal Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang tidak wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, SKPLB diterbitkan dengan mengisi kolom Nomor Pokok Wajib Pajak dengan ketentuan sebagai berikut:
    • 9 (sembilan) digit pertama meliputi angka 0 (nol);
    • 3 (tiga) digit berikutnya nomor sandi KPP tempat permohonan diajukan;
    • 3 (tiga) digit terakhir termasuk angka 0 (nol).
  3. Kelebihan pembayaran pajak dalam SKPKB harus diperhitungkan terlebih dahulu dengan Pajak Terutang yang diadministrasikan di KPP tempat kedudukan dan/atau KPP lokasi.
  4. Apabila setelah memperhitungkan utang pajak masih terdapat sisa kelebihan pembayaran pajak, atas permintaan Wajib Pajak, sisa kelebihan pembayaran pajak tersebut dapat dihitung dengan cara:
    • Pajak yang terutang atas nama Wajib Pajak yang menerima kelebihan pembayaran pajak;
    • Pajak Terutang dan/atau pajak yang akan terutang atas nama Wajib Pajak lain.
  5. Pelunasan Hutang Pajak dan/atau pajak yang akan terutang melalui perhitungan lebih bayar diakui pada saat Surat Keputusan Pengembalian Pajak Lebih Bayar (SKPPPP) diterbitkan.